Holland Alumni Lecture: Urban Water Management - Scope and Challenges for Community

Publication date: 2020-09-17 05:40

Pada hari Rabu, 16 September 2020, Holland Alumni Network Indonesia kembali menyelenggarakan acara kuliah online bertajuk ‘Holland Alumni Lecture: Urban Water Management - Scope and Challenges for Community’.

Holland Alumni Lecture kali ini disampaikan oleh Erbi Setiawan, MSc, yang merupakan anggota dari tim urban water specialist di Badan Perencananan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan salah satu alumni Belanda yang telah menyelesaikan studi master di bidang urban environmental management dari Wageningen University and Research. Erbi juga menjabat sebagai ketua umum Mata Garuda LPDP (asosiasi alumni LPDP di Indonesia).

Program Holland Alumni Lecture ini dimulai tepat pada jam 16.00 WIB. Bertindak sebagai moderator adalah Atina Rosydiana, satu satu anggota aktif Holland Alumni Network Indonesia yang juga merupakan penerima beasiwa StuNed di Wageningen University and Research. Acara ini diawali dengan sesi perkenalan Nuffic Neso Indonesia yang disampaikan oleh Emi Fumita Sari selaku student counsellor Nuffic Neso Indonesia. Dalam sesi perkenalan ini, Emi menyatakan bahwa program Holland Alumni Lecture merupakan salah satu wadah bagi alumni Belanda di Indonesia untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat seputar informasi dan pengalaman yang didapat selama menempuh studi di Belanda.

Tema yang diangkat pada kuliah online kali ini berkenaan dengan tata kelola air. Erbi mempunyai tujuan dari pemaparan tema ini adalah masyarakat Indonesia dapat belajar dan mengenal lebih lanjut tantangan tata kelola air di sejumlah kota padat penduduk di Indonesia serta mengenal bagaimana upaya yang dilakukan pemerintah Belanda untuk menghadapi persoalan yang sama tersebut.

Di awal presentasi, Erbi menjelaskan bahwa banyak kota besar di dunia menghadapi tekanan dan persoalan serius yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk, perubahan iklim dan kerusakan sistem infrastruktur perkotaan. Berdasarkan persoalan tersebut, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan air terus meningkat dan mengharapkan tata kelola air yang efektif dan efisien.

Erbi juga menyoroti dua tantangan utama dalam pengelolan air di perkotaan, tantangan yang pertama adalah kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi serta, tantangan yang kedua adalah meningkatnya bencana yang berkaitan dengan air seperti banjir dan kekeringan.

Lebih jauh lagi Erbi menegaskan bahwa permasalahan yang ada dalam lingkup perkotaan sangat kompleks, terlebih permasalahan yang berkaitan erat dengan sumber daya pendukung aktivitas manusia. Untuk itu, diperlukan sudut pandang yang luas dan lebih holistik dalam menghadirkan solusi terhadap setiap permasalahan yang ada. Salah satu gagasan yang ditawarkan untuk meminimalisir persoalan tata kelola air di perkotaan adalah memaksimalkan konsep urban metabolism.

Secara singkat, pendekatan urban metabolism ini adalah sebuah platform multidisipliner dan terintegrasi yang mengkaji aliran material dan energi di kota. Pendekatan ini pada dasarnya menghitung seberapa banyak sumber daya yang diperlukan oleh masyarakat, baik berupa energi, material, air, makanan.

Sebagai penutup Erbi menyimpulkan urban metabolism adalah sebuah konsep yang dapat digunakan untuk memetakan potensi solusi apa yang bisa dihadirkan untuk permasalahan sumber daya yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Diperbaharuai terakhir 2020-09-17 05:49