Hoi allemaal!

"Begitu banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan melanjutkan studi di Belanda. Wawasan kita akan semakin terbuka. Kita melihat dunia dari sisi yang lebih luas. Kita menjadi semakin peka terhadap keberagaman. Kita akan menjadi sosok yang lebih mandiri dan mampu beradaptasi dengan suasana dan lingkungan baru." Maria K. Cindriani, Alumni The Hague University of Applied Sciences

Posted by Sofia Yang at 2017-03-23 08:29

Cindy

Perkenalkan nama lengkap saya Maria Katharina Cindriani. Nama panggilan saya Cindy. Saya lahir dan besar di sebuah kota kecil nan cantik di bagian timur Indonesia, Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Lahir dan besar di sebuah kota kecil bukan menjadi halangan bagi saya untuk mengejar mimpi saya. Sejak duduk di bangku kuliah (S1), saya selalu bermimpi untuk bisa menginjakan kaki saya di benua Eropa.

Di tahun 2014 saya pun mencoba peruntungan saya dengan melamar beasiswa StuNed (Studeren in Nederland), beasiswa dari Pemerintah Belanda yang ditujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saya pun dinyatakan berhasil mendapatkan beasiswa StuNed, salah satu momen terbaik dalam hidup saya, di mana saya berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan S2 saya di The Hague University of Applied Sciences, the Netherlands, jurusan International Communication Management.

Secara pribadi, meraih beasiswa StuNed bukan hanya sekedar kesempatan untuk menginjakan kaki di benua Eropa, tetapi sebuah kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, juga menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan personal development saya. Kesempatan untuk menguji diri saya sendiri untuk bisa bertahan di negeri yang sangat jauh dari tanah air tercinta.

Why Netherlands?

Pertanyaan yang sering saya dapat ketika bertemu kawan lama ataupun orang-orang baru lainnya. Kenapa Belanda?Sebenarnya saya telah jatuh cinta dengan Belanda sejak kecil. Saya penggemar berat tim sepakbola Belanda dan saya sangat menyukai kebudayaan Belanda.

Ketika memasuki dunia kerja, saya banyak sekali bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang Belanda. Percakapan tentang sistem transportasi dan logistik di Belanda yang sangat baik dan terintegrasi membuat saya semakin jatuh cinta dan penasaran dengan negeri kecil di benua Eropa yang terkenal dengan warna oranye, bunga tulip, dan kincir anginnya. Pertanyaan yang sering muncul di benak saya waktu itu adalah: “bagaimana bisa negara yang kecil, yang letaknya di bawah permukaan laut dengan keterbatasan sumber daya alam itu bisa menjadi negara yang sangat maju dan memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap perekonomian dunia? How did they do that?

Alasan lain yang membuat saya memilih Belanda sebagai tempat untuk meraih gelar Master saya adalah sistem pendidikan institusi Belanda yang memiliki standar internasional, lingkungan sekolah dan tempat tinggal yang sangat multikultural, dan kesempatan besar untuk bisa meningkatkan daya saing secara global. Belanda merupakan pintu masuk benua Eropa. Kita dengan mudahnya mengunjungi negara Eropa lainnya. Kesempatan besar untuk belajar kebudayaan, menambah wawasan kita untuk berkembang, dan tentu saja memperluas jaringan dengan banyak orang dari berbagai belahan dunia lainnya.

Penggunaan Bahasa Inggris di Belanda yang sangat tinggi, membuat saya tidak perlu khawatir untuk harus bisa menguasai bahasa Belanda. Kebanyakan orang Belanda sangat fasih berbahasa Inggris. Kenyataannya, berdasarkan penelitian, Belanda merupakan negara non Bahasa Inggris dengan tingkat penggunaan Bahasa Inggris yang paling tinggi di Eropa. Jadi tidak perlu khawatir tentang penggunaan bahasa dan bagaimana berkomunikasi di Belanda. Suasana perkuliahan begitu menyenangkan dan interaktif. Hubungan dosen dan mahasiswa yang layaknya teman menjadi semangat untuk tetap bertahan. Kita bisa mengobrol dan berdiskusi hal apapun dengan dosen kita, tanpa ada rasa canggung atau takut.

Tinggal di Belanda mengajarkan saya banyak hal. Saya menjadi pribadi yang boleh dikatakan lebih baik dari sebelumnya. Saya menjadi pribadi yang lebih mandiri. Bagaimana tidak? Saya dulu suka telat ketika janjian. Sekarang? Saya menjadi pribadi yang lebih menghargai waktu. Saya berusaha untuk tidak telat ketika ada janji atau menghadiri suatu acara/pertemuan.

Perubahan cuaca yang cukup ekstrim di Belanda membuat saya menjadi pribadi yang tidak gampang mengeluh ketika harus melewati malam denga terpaan angin yang begitu kencang. Tinggal di Belanda, saya berkesempatan untuk bertemu dengan banyak orang dari berbagai suku bangsa dan ras, yang membuat hidup saya lebih bermakna. Saya belajar banyak hal tentang perbedaan kebudayaan. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat bagi saya. Tingkat kepekaan saya terhadap perbedaan menjadi tinggi dan saya belajar untuk menghindari hal-hal yang dapat menyinggung orang lain yang berbeda kebudayaan dengan kita. Banyak sekali hal yang saya pelajari dan dapatkan dari negeri kecil nan cantik itu. Semuanya demi masa depan saya yang lebih baik. Menuntut ilmu di Belanda memberikan banyak keuntungan bagi saya. Tidak hanya dari kualitas pendidikannya, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai salah satu kota pelajar yang dengan lingkungan yang sangat multikultural, Den Haag merupakan kota yang tepat bagi saya. Selain mendapatkan banyak teman dari berbagai negara, saya dan teman-teman Master dan Bachelor lainnya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ESCM cultural yang diadakan kampus kami. Kami memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia lewat makanan, busana adat, nyanyian, dan tarian. Respon yang kami terima sangat baik, bahkan kami meraih juara booth terbaik. Sebuah moment yang tentu tidak akan terlupakan.

Cindy 2

Saya juga mendapat kesempatan untuk menghadiri NL4Talents, sebuah event yang disponsori oleh EP Nuffic. Sebuah event di mana mahasiswa dan karyawan dari berbagai belahan dunia hadir untuk berdiskusi dan sharing ide dan pengalaman. Sebuah kesempatan yang sangat baik untuk bertemu orang baru, menjalin pertemanan dan tentu saja meng-expand networking. Saya juga bergabung dengan trip internasional yang memudahkan saya untuk bertemu dengan teman baru dari berbagai negara. Saya bisa menginjakan kaki di berbagai negara di Eropa dengan teman-teman baru. Saya sering mengajak mereka untuk mengunjungi restoran Indonesia di Den Haag sehingga mereka bisa mengenal masakan Indonesia dan ternyata mereka sangat menyukai masakan Indonesia. Terkadang saya mengundang teman-teman saya ke tempat tinggal saya, di mana saya telah menyiapkan hidangan Indonesia. Kebersamaan dan persaudaraan kami semakin erat, target untuk memperkenalkan budaya Indonesia lewat makanan pun dapat terlaksana dengan baik.

Begitu banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan melanjutkan studi di Belanda. Wawasan kita akan semakin terbuka. Kita melihat dunia dari sisi yang lebih luas. Kita menjadi semakin peka terhadap keberagaman. Kita akan menjadi sosok yang lebih mandiri dan mampu beradaptasi dengan suasana dan lingkungan baru. Kita akan menjadi pribadi yang mampu menghadapi orang-orang baru. Semuanya begitu menyenangkan.

Belanda merupakan negara yang tidak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Belanda juga menjadi salah satu mitra kerja sama yang sangat strategis bagi pembangunan Indonesia. Banyak persamaan antara Indonesia dan Belanda yang bisa kita temui. Jejak sejarah kedua negara yang ditampilkan di banyak museum di Belanda, makanan, tradisi, dan penggunaan beberapa kata-kata yang sama, yang membuat saya begitu senang dan betah tinggal di Belanda. Saya merasa seperti berada di rumah sendiri. Say no to homesick because Netherlands is “Home Far Away from Home.”

Everything is possible. Semua mimpi kita bisa terwujud apabila kita berusaha dan bersungguh-sungguh untuk meraihnya. Tetap semangat dan pantang menyerah.

So, pack your bags and get ready for amazing adventures in the Netherlands!

Tot ziens.

Posted by Sofia Yang at 2017-03-23 08:29