Pertajam Analisis Natural Capital Reporting bagi Kebijakan Fiskal Negara, Staf Kemenkeu akan ke Belanda

Publication date: 2018-09-17 12:45

Pemerintah Kerajaan Belanda memberikan beasiswa StuNed Tailor-Made Training (StuNed-TMT) bagi 20 pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengembangkan metode dan mengasah kemampuan analisis serta pelaporan terkait Natural Capital Reporting di Nyenrode Business Universiteit, Breukelen, Belanda. Beasiswa yang diserahkan oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, tersebut diterima oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Dodi Iskandar, dengan disaksikan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata. Acara yang berlangsung di kantor DJKN, Jum’at (14/09) itu ikut dihadiri oleh para pejabat di lingkungan DJKN.

Sekretaris DJKN, Dodi Iskandar (kiri), secara simbolis menerima beasiswa StuNed dari Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl (kanan), disaksikan Dirjen DJKN, Isa Rachmatarwata (tengah) (14/09).

Dari pelatihan dengan topik Key Feature of the Natural Capital Reporting for the Indonesian Economy, yang akan berlangsung dari 24 September – 05 Oktober 2018 tersebut, DJKN secara institusi menunjukkan keinginannya yang sangat kuat untuk terus meningkatkan kapasitas serta melakukan improvements, agar hasil pekerjaan yang dilakukan selalu akan lebih baik dari sebelumnya. Demikian disampaikan Isa Rachmatarwata dalam sambutannya selaku Direktur Jenderal Kekayaan Negara. Ia kemudian menggarisbawahi bahwa pada tataran teknis, Natural Capital Reporting ini dimaksudkan untuk kepentingan negara Indonesia secara keseluruhan, dan kapasitas serta kemampuan institusi terkait untuk menilai sumberdaya alam yang tersedia akan terus dikembangkan melalui institutional development demi kemakmuran Indonesia.

Pada sesi yang sama, Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, mengingatkan bahwa manajemen sumberdaya alam yang efektif merupakan sesuatu yang sangat penting bagi Indonesia. “Negara anda memiliki kekayaan alam yang sangat besar, dan itu adalah tugas anda untuk me-manage-nya secara bijak, serta kemudian mempertanggungjawabkannya kepada seluruh rakyat Indonesia, dan negara anda.”, demikian pesan Peter van Tuijl kepada semua yang hadir pada acara tersebut. Ia juga menyatakan harapannya agar kemudian kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara “both ways, karena harapan kami juga pastinya akan banyak hal –ilmu dan pengalaman, dimana kami juga ingin belajar dari anda”.

Dalam kesempatannya saat menyampaikan laporan tentang kegiatan pelatihan tersebut, Sekretaris DJKN, Dodi Iskandar mengungkapkan bahwa 20 peserta terpilih tidak hanya dari Kantor Pusat DJKN, akan tetapi juga datang dari Kanwil DJKN seperti Aceh dan Papua. Ia kemudian juga menekankan bahwa nantinya akan ada kegiatan lanjutan yang telah direncanakan dalam bentuk knowledge sharing dari peserta terpilih yang akan berangkat ke Belanda bagi staf lainnya di DJKN.

Diperbaharuai terakhir 2018-09-17 12:45