Nuffic Neso Indonesia Mengajak Peneliti Indonesia untuk Melakukan Riset Di Belanda

Publication date: 2018-09-19 11:20

Untuk sosialisasi peluang studi dan riset di Belanda, di bulan September ini Nuffic Neso Indonesia melakukan roadshow ke beberapa kota antara lain Jakarta, Bogor, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Bandung. Hari ini Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari, melakukan presentasi di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan rencananya besok akan presentasi di Universitas Islam Indonesia dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Foto bersama setelah sesi informasi Studi di Belanda di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Dutch Placement Day

Setiap tahunnya, Nuffic Neso Indonesia menggelar Pameran Pendidikan Tinggi Belanda (Dutch Placement Day) dalam rangka sosialisasi program studi berbahasa Inggris yang ditawarkan oleh universitas dari Belanda dan juga sosialisasi program beasiswa dari pemerintah Belanda. Tahun ini, DPD akan kembali diselenggarakan di Surabaya (6 November 2018) dan Jakarta (9 November 2018) dengan menghadirkan total 27 institusi pendidikan tinggi Belanda yang terdiri dari universitas riset maupun universitas ilmu terapan. Masyarakat yang tertarik untuk melanjutkan studi di jenjang Bachelor hingga Doctoral (PhD) dapat bertemu dan berdiskusi langsung secara individual terkait program studi yang diminati pada sesi One-on-one Session. Buat janji bertemu universitas melalui www.nesoindonesia.or.id/DPD2018

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, DPD 2018 akan dilengkapi dengan PhD Recruitment yang diselenggarakan Nuffic Neso Indonesia bekerja sama dengan Academic Transfer. Academic Transfer adalah lembaga yang menginformasikan lowongan untuk berkarir dalam penelitian dan pendidikan tinggi di Belanda. Sesi PhD Recruitment memberikan kesempatan bagi para peneliti yang tertarik mengambil gelar PhD di Belanda untuk tatap muka dan berdiskusi langsung dengan para professor yang dapat menjadi pembimbing penelitian. Kesempatan ini juga diharapkan dapat memfasilitasi kandidat PhD untuk memperoleh Letter of Admission (LoA) dari pihak universitas Belanda yang nantinya akan membantu proses aplikasi beasiswa. Lima belas (15) professor dari berbagai disiplin ilmu akan hadir di DPD Jakarta, cermati www.nesoindonesia.or.id/PHD

Kegiatan lainnya seperti IELTS Try Out, seminar menulis motivation statement, presentasi dari pihak universitas yang hadir dan lembaga beasiswa lainnya juga turut melengkapi persiapan pengunjung yang tertarik untuk sukses studi di Belanda.

Studi dan Riset di Belanda

Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari, mengatakan, “Kualitas pendidikan di Belanda tentunya tidak diragukan lagi. Saat ini 13 dari 14 universitas riset yang dibiayai oleh negara sudah masuk kedalam 200 besar ranking dunia. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa kualitas pendidikan di Belanda sudah merata dan diakui dunia. Hal ini terbukti dengan lebih dari 112,000 mahasiswa internasional menempuh salah satu dari 2,100 program studi internasional yang tersedia di Belanda pada tahun akademik 2017-18. Sebanyak 164 negara yang berbeda tercerminkan dalam angka keseluruhan mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di institusi pendidikan tinggi Belanda.”

Ia menambahkan, “Setiap tahunnya ada sekitar 500 pelajar Indonesia yang berangkat ke Belanda. Program studi yang paling banyak diambil oleh para mahasiswa tersebut adalah bidang bisnis dan manajemen, bidang pertanian, bidang perairan, maritim dan manajemen air yang merupakan keunggul negara Belanda.  Pengajaran dalam program studi internasional sepenuhnya dilaksanakan dalam Bahasa Inggris. Lebih dari 90% masyarakat Belanda pun mampu berbahasa Inggris sehingga para pelajar tidak akan mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.”

Dipicu oleh lembaga penelitian kelas dunia dengan infrastruktur teknologi yang tak tertandingi, dengan kualitas pendidikan yang tinggi dan kemampuan masyarakat berbahasa Inggris. Juga didukung dengan ketersediaan insentif pajak untuk mempromosikan hasil penelitian dan pengembangan, serta karena lokasi penelitian dan pengembangan perusahaan-perusahaan besar seperti Philips, IBM, Mars, SABIC, Huawei dan Unilever, maka Belanda memiliki jumlah aplikasi paten tertinggi ketiga per juta penduduk di Eropa.

Para peneliti Belanda berkolaborasi lebih dibanding dengan para peneliti dari 10 negara dengan pengeluaran penelitian dan pengembangan terbesar. Sehingga dari kerjasama internasional itulah yang membantu meningkatkan dampak publikasi peneliti di Belanda. Di Belanda, hanya 14 universitas riset yang dapat menganugerahi gelar PhD. Namun, karena universitas riset secara umum juga berkolaborasi dengan lembaga riset, lembaga-lembaga ini juga dapat membuka posisi untuk kandidat PhD. Anda bisa menemukan gambaran umum dari universitas di Belanda melalui tautan www.nesoindonesia.or.id/dheis.

Peluang Beasiswa

Beasiswa StuNed merupakan salah satu beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda bagi warga negara Indonesia yang akan menempuh studi program Magister dan kursus singkat. StuNed, singkatan dari Studeren in Nederland, atau studi di Belanda, adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerjasama pembangunan pemerintah Belanda. Kerangka kerjasama bilateral tersebut tercantum dalam Multi-Annual Policy Framework 2014 - 2017 yang memiliki 4 bidang yang diprioritaskan yaitu Perdagangan Internasional, Keuangan dan Ekonomi; Transportasi, (Agro) logistik dan Infrastruktur; Keamanan dan Penegakan Hukum; Agro-Pangan dan Hortikultura. 

Saat ini ada banyak program beasiswa yang memungkinkan masyarakat Indonesia untuk studi di Belanda, selain Stuned, ada beasiswa Orange Knowledge Program, juga Beasiswa Orange Tulip dan Holland scholarship serta beasiswa dari masing-masing universitas di Belanda. 

Belum lagi beasiswa dari pemerintah Indonesia seperti beasiswa LPDP, beasiswa MORA, dan beasiswa Unggulan Kemendikbud yang mendukung raih gelar PhD di luar negeri termasuk di Belanda. Beasiswa LPDP merupakan beasiswa yang bersifat penuh yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dan dikelola oleh Kementerian Keuangan. Sedangkan Beasiswa MORA adalah beasiswa penuh untuk program PhD, didanai oleh Kementerian Agama, yang diperuntukkan untuk dosen tetap atau tenaga pengajar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kementerian Agama. Terlebih lagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengelola Beasiswa unggulan, yaitu beasiswa parsial yang diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (tidak mencakup guru dan dosen).

Diperbaharuai terakhir 2018-09-19 11:32