StuNed Welcoming Session : Meraih Impian Studi di Belanda

Publication date: 2019-06-11 04:25

Terpilih 31 warga Indonesia yang dinilai unggul dan berprestasi untuk melanjutkan studi program Master di berbagai universitas ternama di Belanda melalui program Beasiswa StuNed, yang merupakan beasiswa bilateral dari pemerintah Belanda untuk warga negara Indonesia. StuNed Welcoming Session diadakan di Hotel Bidakara Jakarta pada tanggal 18 Mei 2019.

StuNed, singkatan dari Studeren in Nederland, atau studi di Belanda, adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerjasama pembangunan pemerintah Belanda. StuNed memprioritaskan beberapa bidang seperti yang tercantum dalam Multi Annual Policy Framework yaitu Perdagangan Internasional, Keuangan dan Ekonomi (International Trade, Finance and Economics), Transportasi, (Agro) Logistik dan Infrastruktur (Transport, (Agro)logistics and Infrastructure), Keamanan dan PenegakanHukum (Security and Rule of Law), Agro-Pangan dan Hortikultura (Agro-Food and Horticulture).

Sebanyak 31 mahasiswa dan profesional muda Indonesia penerima beasiswa StuNed 2019 berpose bersama Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, Staf Penasihat Bagian Politik Kedutaan Belanda di Jakarta, Roy Spijkerboer, dan Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono di acara Welcoming Session StuNed Master Awardees 2019 di Hotel Bidakara Jakarta, Sabtu, 18 Mei 2019 

 

Penerima program beasiswa StuNed merupakan individu dan institusi terpilih yang berkomitment untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kapasitas institusi, memperkuat kerjasama kedua negara, serta meningkatkan efektifitas program-program kerja yang berjalan. Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl menerangkan, StuNed merupakan salah satu cara untuk mengambil peran aktif membangun Indonesia. Peter van Tujil juga menekankan kepada para awardees, bahwa di era dimana interdisciplinary ilmu pengetahuan adalah suatu keniscayaan, untuk selalu berkolaborasi agar memberikan dampak yang lebih berarti bagi masyarakat.

Koordinator beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono mengemukakan bahwa tingkat keberhasilan suatu program beasiswa tidak hanya ditentukan oleh kuantitas penerima, namun juga oleh kualitas penerima beasiswa tersebut. Hal ini sangat terlihat dari profil penerima beasiswa StuNed 2019.

Penerima beasiswa Stuned berkumpul dalam acara StuNed Welcoming Session dimaksudkan sebagai sesi perkenalan sekaligus memberikan pemahaman kepada penerima beasiswa tentang tujuan dari program StuNed, informasi terkait pendidikan tinggi di Belanda dan juga persiapan sebelum keberangkatan.

Melalui StuNed, lebih dari 4,500 warga negara Indonesia yang dinilai unggul telah menempuh studi di Belanda dalam kurun waktu 20 tahun sejak diresmikannya StuNed pada tahun 2000. Berangkat dari StuNed yang telah mencetak lulusan terbaik maka para alumni StuNed sepakat untuk dapat memaksimalkan kontribusi kepada Indonesia dan juga mendorong Kerjasama bilateral yang lebih komperhensif antara Indonesia-Belanda.

Diperbaharuai terakhir 2019-06-11 04:25