KPK Perdalam Metode Penanganan Korupsi, Pencucian Uang, dan Kejahatan Korporasi ke Belanda

Publication date: 2018-03-09 05:09

Pemerintah Kerajaan Belanda melalui Nuffic Neso Indonesia memberikan beasiswa StuNed Tailor-Made Training (StuNed-TMT) kepada 10 pegawai KPK untuk mengembangkan kemampuan penanganan perkara korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi. Sesi penyerahan beasiswa dari Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, diterima Sekretaris Jenderal KPK, Raden Bimo Gunung Abdul Kadir. Acara yang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (08/03) tersebut juga dihadiri Wakil Kepala Bidang Politik Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Brechtje Klandermans.

Peserta yang telah diseleksi sebagai penerima beasiswa StuNed-TMT ini terdiri dari Penyelidik, Penyidik, Jaksa Penuntut Umum, serta Assets Tracing and Recovery. Dari pelatihan dengan topik Capacity Building in Handling Corruption, Money Laundering, and Corporate Crimes yang akan berlangsung di Center for International Legal Cooperation (CILC), The Hague, Belanda, mulai 12 – 16 Maret 2018 mendatang, Sekjen KPK yakin bahwa materi yang disiapkan oleh para experts Belanda nantinya mampu diserap dengan baik oleh peserta training. Selain itu, mereka akan diminta untuk menyajikan hasil pelatihan tidak hanya dalam bentuk output, tapi juga bagaimana outcome-nya kemudian dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di KPK, mulai dari proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, sampai ke tahap eksekusi. Hal tersebut diungkapkan Sekjen KPK, Raden Bimo Gunung Abdul Kadir, dalam sambutannya pada sesi tersebut. Ia juga kemudian menambahkan bahwa para peserta harus dapat menunjukkan manfaat konkrit dari training ini kepada seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Brechtje Klandermans yang mewakili Kedutaan Belanda pada acara tersebut menyampaikan bahwa KPK merupakan salah satu institusi penegak hukum penting di Indonesia. Pemerintah Belanda dalam hal ini ingin terus bekerjasama dengan pemerintah Indonesia di sektor Keamanan dan Penegakan Hukum, termasuk untuk mengembangkan institusi ini. Dan, training ini merupakan salah satu hasil dari pembicaraan sebelumnya tentang bentuk dukungan pemerintah Belanda bagi KPK. Brechtje sendiri akan ikut dalam suatu sesi diskusi yang telah dijadwalkan pada saat KPK berkunjung ke salah satu institusi penegakan hukum di Belanda.

“KPK adalah organisasi besar, unik, dan dikenal dunia internasional” tambah Peter van Tuijl. Direktur Nuffic Neso Indonesia ini kemudian juga mengingatkan para peserta terpilih bahwa dengan keseriusan mereka mengikuti training ini, maka pekerjaan besar sedang menanti mereka saat kembali ke tanah air. “Pelatihan ini dirancang untuk menghasilkan output sesuai dengan kebutuhan institusi pengaju. Selain hasil training yang bentuknya konkrit, hasil tersebut juga harus aplikatif untuk mendukung kinerja anda-anda semua”. Peter juga menggarisbawahi training ini merupakan salah satu bentuk investasi bagi hubungan baik kedua negara, dan ia mengharapkan hasil maksimal akan dibawa pulang ke Indonesia oleh para peserta training di Belanda tersebut nantinya.

---

Beasiswa StuNed

StuNed, singkatan dari Studeren in Nederland, atau studi di Belanda, adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerjasama pembangunan pemerintah Belanda. Kerangka kerjasama bilateral tersebut  tercantum dalam Multi-Annual Policy Framework 2014 - 2017 yang memiliki 6 bidang yang diprioritaskan yaitu Perdagangan Internasional, Keuangan dan Ekonomi (International Trade, Finance and Economics), Transportasi, (Agro) logistik dan Infrastruktur (Transport, (Agro)logistics and Infrastructure), Keamanan dan PenegakanHukum (Security and Rule of Law), Agro-Pangan dan Hortikultura (Agro-Food and Horticulture). Sejak diluncurkan tahun 2000, StuNed sudah memberikan beasiswa bagi sekitar empat ribu orang Indonesia.

Diperbaharuai terakhir 2018-03-09 05:09