Kunjungan Delegasi Leiden University ke Indonesia

Publication date: 2019-07-17 06:41
diberkaskan dalam: ,

KITLV-Jakarta merayakan hari jadinya yang ke 50 tahun. KITLV-Jakarta adalah bagian dari perpustakaan Leiden University. Dalam rangka hari jadi tersebut beberapa kegiatan diselenggarakan. Beikut highlight dari rangkaian perayaan ulang tahun KITLV-Jakarta.

KITLV-Jakarta’s 50th Anniversary Seminar: “Indonesian heritage and library collections

Pada tanggal 25 Juni 2019, KITLV Jakarta bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan the Scopus Indexed Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia menyelenggarakan seminar peringatan internasional tentang "Indonesian heritage and library collections". Acara ini menghadiri beberapa pembicara dari Belanda, Singapura, Australia, dan Indonesia. 

Seminar ini membahas isu-isu tentang peran baru perpustakaan dan arsip di era digital, bagaimana melestarikan koleksi warisan, dan bagaimana membuat koleksi perpustakaan lebih mudah diakses oleh publik. Perpustakaan Leiden University saat ini memiliki koleksi Indonesia terbesar di dunia. Selama seminar, ditampilkan pula highlight koleksi Asia dari Leiden University. 

Leiden – LIPI Expert Meeting

Rangkaian acara berikutnya adalah penandatanganan perjanjian dengan Kementrian Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristek Dikti). Perjanjian antara Leiden University dan Direktorat Sumber Daya untuk Ilmu Pengetahuan, Teknolohg, dan Pendidikan Tinggi Ristek Dikti (DG-RSTHE)

Program ini ditujukan untuk anggota staff dari semua universitas di Indonesia di bawah manajemen Ristek Dikti yang berencana untuk mengejar gelar PhD di semua bidang studi di Leiden University. Anggota staf dengan status kontrak tenurial (dengan NIDN) berhak untuk melamar program PhD ini. Putaran pertama dari program beasiswa bersama ini akan dimulai segera setelah bulan September 2019. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, akses http://beasiswa.ristekdikti.go.id/webm/

Pembaharuan MoU dengan Kementrian Agama Republik Indonesia 

Dalam rangkaian kunjungan, delegasi Leiden University melakukan pembaharuan MoU dengan Kementrian Agama republik Indonesia. Perjanjian kerja sama ini akan berlaku untuk 5 tahun mendatang. MoU ditandatangani oleh Carel Stolker dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam yang juga merupakan alumni dari Leiden University, Prof. dr. Kamaruddin Amin. Kunjungan para delegasi ke Kemetrian Agama Republik Indonesia bertujuan juga sebagai kunjungan balasan atas kedatangan dari Dirjen yang melakukan penandatangan perjanjian MoA mengenai jalur PhD khusus untuk anggota staf Unversitas Islam Negeri Indonesia dalam rangka program 5000 doktor mereka. Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Mark Rutgers dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari kedutaan besar Indonesia di Belanda, Dr. Din Wahid yang juga merupakan alumni dari Leiden University turut hadir untuk menyaksikan penandatanganan tersebut. Dengan adanya MoU dan MoA yang sekarang ditandatangani, kedua institusi dapat diperkuat dan berkolaborasi lebih lanjut untuk peningkatan universitas Islam di Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam saat ini bertanggung jawab untuk antara lain 7,800 sekolah menengah Islam dan 58 universitas Islam dan universitas ilmu terapan dengan total lebih dari 1,5 juta siswa. Informasi lebih lanjut tentang program beasiswa 5000 doktor dapat diakses di http://scholarship.kemenag.go.id/ 

Leiden University and University of Indonesia meeting 

Kunjungan ke Universitas Indonesia dibuka dengan diskusi umum tentang kolaborasi penelitian yang berfokus pada topik perubahan desa kota yang berdampak pada kualitas hidup dan lingkungan hidup. Hasil yang diharapkan adalah lokakarya bersama antara Leiden University dan Universitas Indonesia, pelatihan penelitian untuk kandidat PhD, program keterlibatan masyarakat, kunjungan lapangan bersama, simposium, seminar, dan publikasi bersama. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas tentang penguatan lebih lanjut kemitraan antara Leiden University dan Universitas Indonesia yang telah memiliki sejarah panjang kerjasama di bidang medis selama 30 tahun. Diskusi diadakan di ruang senat yang menyerupai aula majelis PBB di gedung rektorat Universitas Indonesia. 

Perpanjangan Kerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta

UGM dan Leiden University memiliki sejarah panjang kolaborasi antara peneliti dan institusi. Sejarah kerja sama yang panjang, memberikan suasana hangat dan ramai untuk pertemuan pertama antara kedua rektor ini. 

Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono menyambut baik kenyataan bahwa UGM dan Leiden University telah lama menjadi mitra sejajar yang saling mendukung dalam berbagai disiplin ilmu. Selain kolaborasi penelitian yang sedang berlangsung, UGM mengusulkan bahwa dalam waktu dekat akan ada lebih banyak kolaborasi penelitian yang dapat mengatasi permasalahan masyarakat pada saat ini seperti inisiatif penelitian tentang topik kota pintar dan masyarakat digital informasi. 

Pembukaan Leiden-UGM Twin Lab  

Selama kunjungan di UGM, Professor Herman Spaink memperkenalkan twin lab Leiden-UGM untuk penelitian zebrafish. Zebrafish dianggap cocok untuk penelitian medis tertentu karena kesamaanya dengan manusia dalam hal merespon terhadap penyakit. 

Pada tubuh zebrafish, penyakit berkembang dengan cara yang sama seperti manusia dan larva yang sudah dapat dikembangkan dalam waktu 5 hari bersifat transparan, menjadikan zebrafish lebih efektif sebagai objek penelitian. Di twin lab UGM, fokus akan diberikan pada penelitian untuk TB dan diabetes tipe 2. Setelah presentasi, Rektor Carel Stolker, Herman Spaink, dan Dekan Fakultas Farmasi UGM Prof. Agung Endro Nugroho, Wakil Dekan Fakultas Biologi Dr. Eko Agus Suyono, dan Direktur Kemitraan, Alumni dan Hubungan Internasional Dr. Lanang Sri Handmoko secara resmi membuka laboratorium zebrafish pertama di Indonesia. 

Perpustakaan Leiden University dan Indonesia 

Selain memberikan presentasi tentang inovasi perpustakaan, Kurt De Belder juga bertemu dengan rekan-rekan di perpustakaan kongres (LOC), Perpustakaan Nasional Indonesia dan Pusat Dokumentasi data Ilmiah LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Di LOC, demonstrasi diberikan tentang permainan web, alat generasi berikutnya untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi berbasis web. Di Perpustakaan Nasional, proyek digitalisasi manuksrip Panji yang sedang berlangsung. 

Kunjungan Delegasi Leiden University ke Kediaman Sultan Hamengku Buwono X 

Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut Rektor Carel Stolker dan delegasi Leiden University di kantornya yang berlokasi di Gedhong Wilis, Malioboro. Dalam pertemuan ini, Leiden University menyampaikan niatnya untuk bekerja sama dengan Yogyakarta khususnya untuk pelestarian naskah kuno dan dokumen yang berkaitan dengan Sultan dan Kraton pemangku periode sebelumnya, karena koleksi Kraton dan perpustakaan Leiden University (UBL) saling melengkapi satu sama lain. Selama pertemuan tersebut kepala perpustakaan Leiden University, Kurt De Belder, menyerahkan salinan photo-photo lama istana kepada Sultan. 

Leiden University Lecture Series di Jakarta, Depok, dan Yogyakarta 

  1. Kepala Perpustakaan Leiden University (UBL), Kurt De Belder, sangat berminat dalam berbagi ilmu pengetahuan sebagai pustakawan profesional dan pengalaman dalam mengelola UBL. De Belder menekankan perubahan peran perpustakaan di era digital, terutama di universitas dan institusi pendidikan tinggi dan pentingnya ilmu pengetahuan yang terbuka. Selama kunjungan, De Belder memberikan kuliah dan lokakarya di LIPI, Arsip Nasional Indonesia (ANRI), Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. 
  2. Dalam ceramahnya di Fakulas Ilmu Humaniora UI dan UGM, Marian Klamer, Profesor Austronesia dan Linguistik Papua, mengeksplorasi bagaimana bahasa saling mempengaruhi. Klamer berfokus pada bahasa asli Indonesia Timur, sebuah wilayah dimana ratusan bahasa berbeda digunakan yang menujukkan kesamaan dan perbedaan besar. Setelah elaborasi berdasarkan database publik tentang 45 bahasa minor yang terancam punah, ia menekankan pentingnya mendokumentasikan bahasa di Indonesia kaena penutur bahasa minoritas menghilang dengan cepat. 
  3. Arnold Tukker mengatakan bahwa pertumbuhan abadi 7% per tahun tidak bisa ada di planet yang terbatas tanpa memisahkan sistem ekonomi. Tukker melakukan kuliah bersama di fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam Universitas Indonesia. Direktur Pusat Ilmu Lingkungan (CML) menjelaskan bahwa untuk mempertahankan cara hidup planet saat ini, kita akan kehabisan dalam 100 tahun semua energi matahari, dalam 200 tahun semua air, dan dalam 300 tahun materi yang setara dengan seluruh kerak bumi. Arnold menyarankan bahwa jalur alternatifnya adalah mulai menyingkirkan "masyarakat sekali pakai" yang saat ini kita tinggali. 
  4. Nico Kaptein membahas empat wacana berbeda tentang studi Islam di Indonesia, wacana kolonial, wacana sejarah, dan fisiologi, wacana ilmu sosial, dan wacana Islam nusantara. Setelah refleksi kritis singkat pada pendekatan yang berbeda ini, ia kemudian menggali salah satu tantangan utama di lapangan, yaitu pelestarian dan pengembangan keahlian sejarah, termasuk filologi. Nico menyimpulkan dengan sketsa beberapa perkembangan di Indonesia dan Belanda yang menguntungkan untuk pengembangan beasiswa di Indonesia, menekankan pentingnya kerja sama. Kuliah ini dipandu oleh program studi pasca sarjana di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Temu Alumni Leiden University 

Dua acara temu alumni Leiden diadakan di Jakarta dan Yogyakarta. Di Jakarta, co-host Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Mr. Rob Swartbol mengadakan acara temu alumni di Erasmus Huis. Acara ini lebih special dengan perayaan ulang tahun Rektor Leiden University yang ke-65, hadiah khusus diberikan oleh Ketua IKALI (Ikatan Alumni Leiden di Indonesia), Mutiara Indriani (Humanities, 2016).


 

 

 

 

 


Diperbaharuai terakhir 2019-07-17 06:41